Belajar dari Banjir di Purworejo: Apa yang Sudah Kita Siapkan?
Banjir bukan sekadar tentang air yang naik dan menggenang. Di baliknya, ada aktivitas yang terhenti, akses yang terganggu, kerugian yang mungkin terjadi, serta masyarakat yang harus menghadapi kondisi darurat.
Purworejo bukan wilayah yang asing dengan risiko banjir. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah wilayah di Kabupaten Purworejo kembali mengalami banjir dengan dampak terhadap masyarakat dan lingkungan.
Rentetan Banjir yang Terus Berulang

Pada Maret 2022, banjir dan longsor melanda sejumlah wilayah Purworejo setelah hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan 5 sungai besar meluap. Data BNPB mencatat 11.115 jiwa terdampak dan 6.085 jiwa harus mengungsi.
Selanjutnya, banjir kembali terjadi pada Maret 2025 dan berdampak pada ratusan jiwa di beberapa desa, dengan sebagian warga harus mengungsi. Kemudian pada Desember 2025, banjir kembali melanda sejumlah wilayah termasuk Kecamatan Grabag dan Butuh, dengan sejumlah rumah di Desa Bendungan dan Desa Rowodadi ikut terendam.
Rangkaian kejadian tersebut menjadi pengingat bahwa risiko banjir dapat terjadi berulang dan berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari.

Mengapa Kita Perlu Bersiap?
Banjir memang tidak selalu dapat dicegah sepenuhnya. Namun, risikonya dapat dikurangi dan dampaknya dapat diminimalkan melalui kesiapsiagaan.
Perlu diingat, kesiapsiagaan bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau lembaga penanggulangan bencana. Sebaliknya, perusahaan, karyawan, masyarakat, dan setiap individu memiliki peran untuk menciptakan lingkungan yang lebih siap menghadapi bencana.
Lalu, apa yang bisa kita lakukan?
1. Kenali Risiko di Sekitar Kita
Ketahui titik yang berpotensi mengalami genangan, lokasi sungai dan saluran air, serta jalur aman yang dapat digunakan apabila terjadi banjir.
2. Jaga Saluran Air Tetap Bersih
Jangan membuang sampah ke selokan atau saluran drainase. Saluran yang bersih dan tidak tersumbat membantu air mengalir dengan lebih baik.
3. Periksa Kondisi Lingkungan
Pastikan drainase berfungsi dengan baik dan tidak terdapat tumpukan sampah atau material yang dapat menghambat aliran air, terutama menjelang musim hujan.
4. Pantau Cuaca dan Peringatan Dini
Saat hujan turun dengan intensitas tinggi dalam waktu yang lama, tingkatkan kewaspadaan. Pantau informasi cuaca dan peringatan bencana dari kanal resmi pemerintah dan BPBD.
5. Siapkan Rencana Evakuasi
Ketahui titik kumpul, jalur evakuasi, serta kontak yang dapat dihubungi dalam kondisi darurat. Pastikan informasi tersebut diketahui oleh karyawan maupun masyarakat sekitar.
6. Amankan Barang Penting
Simpan dokumen, peralatan kerja, dan barang penting lainnya di tempat yang lebih aman dari potensi genangan.
Mitigasi Dimulai dari Hal Sederhana
Pada akhirnya, kesiapsiagaan dimulai dari kepedulian terhadap lingkungan sekitar. PT Global Mineralium Corporindo berkomitmen untuk terus mengenali risiko, menjaga lingkungan, dan memastikan seluruh karyawan siap menghadapi potensi banjir di wilayah operasionalnya. Mau tau gimana? Kita bakal bahas di artikel selanjutnya!
Sumber
BNPB — Banjir dan Longsor Landa Purworejo, 6.085 Warga Mengungsi
https://bnpb.go.id/berita/banjir-dan-longsor-landa-purworejo-sebanyak-6-085-warga-mengungsi
BPBD Purworejo — Assessment Banjir di Kecamatan Grabag dan Butuh Akibat Luapan Sungai
https://bpbd.purworejokab.go.id/bpbd-lakukan-assesment-banjir-di-kecamatan-grabag-dan-butuh-akibat-luapan-sungai
Darwati, D., & Suryanto, S. (2015). Valuasi ekonomi mitigasi lahan pertanian rawan banjir. Jurnal Ekonomi & Studi Pembangunan, 146-157.
Muflih, G. Z., Barokah, U., Zuhdi, R., Fathani, T. F., & Wilopo, W. (2025). Strategi Mitigasi Bencana Longsor untuk Meningkatkan Ketahanan Masyarakat di Desa Ngargosari Kecamatan Loano Kabupaten Purworejo. Jurnal Ketahanan Nasional, 31(1), 106-132.




