Ini Alasan Harga Storage PC Melonjak, Menurut Ahli Mineral/Tambang

Logam bernama Rutenium, dilambangkan “Ru” dan bernomor atom 44, adalah logam transisi yang sangat langka, berwarna putih, dan hampir tidak pernah disebut di luar lingkaran industri pertambangan dan metalurgi. Nah, pasokan global Rutenium ini terbilang sedikit: hanya 30 ton dipasok secara global per tahun. Sebagai perbandingan, jumlah itu kurang dari 1% dari total produksi tambang Emas (Au) dunia setiap tahunnya. Artinya, setiap tahun Rutenium ini cuma bisa memasok sekitar satu truk kontainer atau truk trailer saja.
Lalu, apa hubungannya pasokan 30 ton ini dengan melonjaknya harga storage PC?
Satu truk kontainer tersebut harus dibagi-bagi ke berbagai industri, dan salah satunya adalah industri penyimpanan/storage PC seperti HDD (Hard Disk Drive). Fungsi utama Rutenium di sini adalah sebagai lapisan pemisah ultra-tipis non-magnetis yang memungkinkan peningkatan kapasitas penyimpanan data (kepadatan data) secara drastis. Tanpa logam ini, HDD modern tidak akan pernah bisa menyimpan data sebanyak seperti sekarang.
Di saat pasokan Rutenium ini diperebutkan oleh seluruh industri di dunia, permintaan HDD justru sedang sangat tinggi akibat “boom AI”. Jadi, inilah akar masalah dari melonjaknya harga storage PC.
AI Cuma Dipake Chatbot?
Kamu pasti sangat familiar dengan chatbot AI, di mana kamu bertanya pada AI lalu dijawab oleh AI tersebut. AI itu jenisnya banyak sekali, salah satu yang terbesar adalah ChatGPT. Nah, ini yang harus kamu ketahui: AI itu harus memiliki infrastruktur yang besar dan tidak pernah berhenti bekerja. Namanya data center. Data center ini menyimpan, memproses, dan menjalankan proses AI. Untuk membangun data center, dibutuhkan storage/penyimpanan dalam jumlah yang sangat besar.
Hyperscaler

Sumber: bloombergtechnoz.com
Hyperscaler adalah layanan cloud yang memungkinkan pengelolaan data besar dengan skalabilitas tinggi. Penyedia seperti Google, Microsoft, Amazon, dan perusahaan sejenis berlomba-lomba membangun data center baru. Mereka tidak seperti kita yang membeli satuan, melainkan membeli ribuan hingga jutaan unit HDD sekaligus.
Apa efeknya pada kita?
Tentu, dengan pembelian ribuan hingga jutaan unit, stok di pasar jadi menipis. Hukum ekonomi dasar bekerja di sini: stok sedikit, permintaan tinggi, maka harga naik. Ditambah lagi, pembeli SSD sekarang beralih ke HDD karena harganya jadi sama-sama mahal.
Kenapa HDD? Padahal SSD Lebih Cepat
SSD memang keren: kecil, tipis, dan lebih cepat. Tapi harga per gigabyte-nya itu yang kalah dari HDD. Untuk sekadar menyimpan data dalam jumlah sangat besar seperti data center AI tadi, HDD jauh lebih ekonomis.
HDD Kamu Ada Ruteniumnya
Pada setiap HDD yang kamu gunakan atau miliki, ada logam bernama Rutenium di dalamnya. Jarang terdengar, ya? Wajar, karena di kalangan awam logam ini memang jarang jadi pembahasan. Per unit HDD hanya menggunakan tidak lebih dari satu gram Rutenium, tapi efek yang diciptakannya luar biasa. Rutenium di HDD bisa membuat kapasitas penyimpanan kita sangat besar, mencapai 36 TB (Terabyte) saat ini.
Rutenium Adalah Logam Langka
Rutenium bukan logam yang bisa ditambang langsung layaknya emas. Sebaliknya, logam ini merupakan produk sampingan dari penambangan platinum. Kamu juga perlu tahu bahwa penambangan platinum itu terbatas. Karena tambangnya terbatas dan Rutenium hanya produk sampingan, logam ini jadi tidak terlalu diprioritaskan para penambang platinum. Sekitar 90% pasokan Rutenium berasal dari Afrika Selatan.
Prediksi Para Ahli Mineral/Tambang
Para penambang dan ahli mineral sudah memprediksi bahwa Rutenium ini akan bernilai tinggi. Alasannya berantai: AI terus meminta HDD sebagai data center, HDD meminta Rutenium sebagai bahan baku, sementara pasokan Rutenium hanya segitu-gitu saja setiap tahunnya, cuma satu truk kontainer.
Berapa harga Rutenium?
Data dari LSEG yang dikutip Reuters mencatat harga Rutenium melonjak dari $18/gram menjadi $56,26/gram hanya dalam kurun waktu satu tahun, naik lebih dari tiga kali lipat. Menurut Wilma Swarts, direktur PGM di Metals Focus, pasar Rutenium diprediksi mengalami defisit 6.313.300 gram atau 6,3 ton di tahun 2026. Artinya, permintaan jauh melampaui pasokan yang tersedia.
Apakah pasokannya masih bisa ditambah?
Sayangnya, ini akan cukup sulit. Masalahnya, penambangan platinum prosesnya sulit, dan Rutenium adalah produk sampingan dari penambangan platinum. Selain itu, produksi platinum terbesar di dunia yakni Afrika Selatan mengalami penurunan 3,8% dalam setahun terakhir. Hal ini terjadi karena dalam dua dekade terakhir tidak ada investasi baru untuk pembukaan tambang platinum baru. Karena itu, pasokan tidak akan bisa naik dalam waktu dekat, butuh bertahun-tahun lamanya.
Lalu, Apa Hubungannya dengan Industri Tambang Indonesia?
Selama ini, Rutenium identik dengan Afrika Selatan. Tapi perlu kamu ketahui, Indonesia menyimpan potensi mineral Platinum Group Elements (PGE) yang belum banyak dieksplorasi. Rutenium adalah bagian dari kelompok mineral PGE ini. Artinya, bisa saja Rutenium ada di bawah tanah Indonesia dan belum ada yang tahu.
Di Sinilah Pengujian Mineral Menjadi Krusial
Untuk mengetahui apakah suatu sampel mengandung Rutenium atau mineral Platinum Group Elements lainnya, dibutuhkan metode pengujian yang sangat spesifik, namanya NiS Fire Assay atau Nikel Sulfida Fire Assay.
Metode ini adalah satu-satunya yang diakui secara internasional untuk mendeteksi kandungan Platinum Group Elements dalam sampel mineral atau batuan. Tidak semua laboratorium bisa melakukannya.
PT Global Mineralium Corporindo, Laboratorium Terakreditasi di Indonesia
PT Global Mineralium Corporindo adalah laboratorium pengujian mineral yang telah terakreditasi KAN dengan nomor LP-1972-IDN dan beroperasi di bawah standar ISO/IEC 17025:2017.
GMC melayani pengujian Platinum Group Elements termasuk Rutenium menggunakan metode NiS Fire Assay dengan instrumen yang terkalibrasi dan analis yang kompeten.
Jika kamu seorang penambang atau pelaku eksplorasi mineral di Indonesia dan penasaran apakah sampel kamu mengandung mineral langka bernilai tinggi seperti Rutenium, GMC adalah tempat yang tepat untuk memulai.
Hubungi kami untuk diskusi kebutuhan pengujian Platinum Group Elements dan mineral ore kamu.
Referensi
https://telset.id/news/harga-hdd-naik-akibat-ai-begini-kondisi-pasar-penyimpanan-2026




