AAS, Bukan Awas Ada Sule Loh Ya!
Jadi kalo kamu pernah dateng ke Laboratorium Pengujian Mineral, kemungkinan kamu bakal liat alat ini nih. Salah satu alat yang jadi andalan setiap kali kita perlu tahu berapa banyak logam yang terkandung dalam sebuah sampel. Kenalin, AAS, atau nama panjangnya, Atomic Absorption Spectroscopy, kalo nama WNI nya, Spektrofotometri Serapan Atom(SSA).
Namanya emang agak ngeri ya, kaya yang ribet banget gitu. Tapi sebernernya, prinsip kerjanya cukup sederhana ko, yo kita belajar bareng – bareng!
Jadi, AAS Itu Ngapain Sih?
Jadi, kalo penjelasan singkatnya, AAS itu alat yang bisa membaca seberapa banyak kandungan logam tertentu dalam suatu sampel, dengan mengidentifikasi kode penyerapan cahaya masing masing unsur.
Maksudnya gimana? Jadi, setiap unsur logam itu menyerap cahaya pada panjang gelombang tertentu, sesuai dengan sifat unsurnya masing-masing. Contohnya nih, Natrium itu menyerap cahaya pada 589 nanometer, sementara kalium itu menyerap pada 766,5 nanometer. Nah, karena setiap unsur punya “kode” penyerapan cahaya sendiri, kita bisa anggap ini kaya fingerprint tiap unsurnya, dan AAS itu kaya fingerprint reader nya. Jadi dengan menggunakan AAS, kita bisa mengenali dan mengukur logam apa saja yang ada di dalam sampel, dan berapa banyak jumlahnya.
Easy kan ya konsepnya? sekarang saatnya kita bahas soal cara kerjanya!
Cara Kerja AAS, Step by Step
Pertama-tama, sampel yang sudah dalam bentuk liquid kita rubah dulu jadi bentuk atom bebas. Caranya adalah, sampel yang tadi kita panaskan hingga suhu tinggi, sampai unsur-unsur di dalamnya berubah jadi atom-atom bebas.
Kedua, begitu atom-atom bebas ini terbentuk, cahaya dari lampu khusus(Namanya Hollow Cathode Lamp, yang kita bakal bahas di artikel selanjutnya seetelah ini 😀 ) ditembakkan melewati atom-atom tadi. Atom-atom tersebut kemudian menyerap cahaya pada panjang gelombang yang sesuai dengan sifat atomnya.
Ketiga, alat mengukur seberapa banyak cahaya yang hilang karena diserap. Intensitas cahaya yang diserap ini diukur dan dibandingkan dengan intensitas cahaya yang melewati sampel kosong, sehingga perbedaan intensitasnya memberikan informasi tentang konsentrasi unsur dalam sampel.
Semakin banyak suatu unsur yang ada di sampel, makin banyak pula cahaya yang diserap. Sesederhana itu sebenernya.
Tapi, setelah bahas ini, jadi kepikiran ngga sih,
Ko Bisa Sih Atom Menyerap Cahaya
Nah ini dia nih bagian yang saya suka. Jadi gini, setiap atom itu punya elektron yang mengelilinginya di tingkat energi tertentu, nah, saat tidak ada gangguan dari luar, kondisi ini kita panggil sebagai ground state. Nah, saat ditembak cahaya dengan energi yang pas, elektronnya ter eskistasi dan melompat ke tingkat energi yang lebih tinggi. Prosesnya namanya, well, eksitasi.
Interaksi ini terjadi karena atom-atom bebas berinteraksi dengan berbagai bentuk energi, dan radiasi yang dipancarkan bersifatr unik karena setiap atom bebas memiliki panjang gelombang tertentu. Jadi setiap atom menyerap energi cahaya dan berpindah ke tingkat energi yang lebih tinggi, itulah yang tertangkap dan dibaca oleh AAS.
Kalau di AAS gimana? Nih, ada diagram biar ngga pusing ngebayanginnnya.
Komponen – Komponen Utama di AAS

- Sumber cahaya (biasanya Hollow Cathode Lamp)
- Nyala api, yang berfungsi sebagai sel absorpsi yang menghasilkan sampel berupa atom-atom bebas
- Monokromator, untuk mendispersikan sinar dengan panjang gelombang tertentu
- Detektor, untuk mengukur intensitas sinar dan memperkuat sinyal
- Readout, yaitu gambaran yang menunjukkan hasil pembacaan setelah diproses oleh alat elektronik
Kesimpulan
Cara kerja AAS: mengubah sampel jadi atom bebas, lalu memanfaatkan sifat unik setiap unsur logam dalam menyerap cahaya pada panjang gelombang tertentu. Semakin banyak cahaya yang diserap, semakin banyak pula kandungan logam dalam sampel tersebut. Gitu kurang lebih lah ya.
Sumber
Prinsip Dasar dan Komponen Utama AAS (Sumber Cahaya, Nyala Api, Monokromator, Detektor, Readout)
https://tonimpa.wordpress.com/2013/04/25/makalah-atomic-absorption-spectroscopy-aas/
Prinsip Penyerapan Cahaya oleh Atom & Contoh Panjang Gelombang Spesifik Unsur (Natrium, Uranium, Kalium)
https://organiksmakma3b01.blogspot.com/2013/12/atomic-absorption-spectroscopy-aas.html
Proses Eksitasi Elektron dan Interaksi Energi pada Atom Bebas
https://blogkimia.com/prinsip-kerja-aas/
Tahapan Kerja AAS: Atomisasi Sampel hingga Pengukuran Intensitas Cahaya
https://www.thinksphysics.com/2023/09/apa-itu-aas-atomic-absorption-prinsip-kerja-metode-keunggulan-dan-kegunaan.html
Definisi dan Prinsip Dasar SSA/AAS Berdasarkan Referensi Akademik (Skoog et al., 2000)
https://www.alifmh.com/2019/11/Penjelasan-Lengkap-Spektrofotometer-Serapan-Atom-SSA-Atomic-Absorption-Spectroscopy-AAS-Prinsip-dan-Cara-Kerjanya.html





