Dalam dunia industri modern, analisa logam menjadi proses yang sangat penting untuk menjamin kualitas produk, keamanan lingkungan, serta kepatuhan terhadap standar internasional.
Analisis mineral logam merupakan proses pengujian untuk mengetahui kandungan unsur suatu material yang mengandung logam. Proses ini bertujuan untuk menentukan kadar logam serta unsur logam lainnya dalam suatu material.
Salah satu metode analisa logam yang paling akurat dan andal saat ini adalah menggunakan teknologi ICP OES (Induktif Coupled Plasma Optical Emission Spectrometry).
ICP-OES adalah metode spektroskopi yang memanfaatkan suhu plasma tinggi untuk mengionisasi sampel dan mengukur intensitas emisi cahaya dari unsur-unsur logam yang ada. Metode ini mampu mendeteksi unsur logam seperti PGM group, Base Metal, Rare Earth Metals, Transicition Metals. Metalloids, Alkali metals dalam kadar ppm (parts per Million). Menganalisa berbagai jenis unsur sekaligus dalam satu kali proses. Memberikan hasil yang cepat, presisi, dan komprehensif.
Destruksi asam adalah proses perombakan atau pelarutan sampel (baik padat maupun cair) menggunakan asam kuat dan pemanasan. Tujuannya adalah untuk mengubah sampel menjadi bentuk yang lebih sederhana dan terlarut sempurna, sehingga unsur-unsur di dalamnya dapat dianalisis dengan instrumen kimia. Destruksi asam terbagi menjadi dua metode
Destruksi Basah: Metode ini melibatkan penggunaan asam kuat (tunggal atau campuran) seperti asam nitrat (HNO3), asam sulfat (H2SO4), asam perklorat (HClO4), atau asam klorida (HCl). Proses ini biasanya melibatkan pemanasan, yang akan mengoksidasi senyawa organik dan mengubahnya menjadi senyawa anorganik yang terlarut utama
Destruksi Kering: Destruksi kering dilakukan dengan pemanasan sampel pada suhu tinggi (biasanya di atas 500°C) tanpa penambahan asam, pada saat pengabuan. Metode ini mengubah senyawa organik menjadi abu atau logam-logam anorganik.
Destruksi asam, basah dan kering memiliki banyak manfaat penting, terutama dalam bidang analisis kimia seperti: