Prinsip Titrasi Argentometri untuk Penentuan Klorida dalam Air

Titrasi argentometri adalah salah satu metode analisis titrimetri yang didasarkan pada reaksi pengendapan yang melibatkan ion perak Ag+ (Argentum). Metode ini sangat umum digunakan untuk menentukan kadar ion klorida (Cl−), bromida (Br−), iodida (I−), dan sianida (CN−) dalam suatu sampel, termasuk dalam analisis kualitas air.

Dasar Prinsip Argentometri

Prinsip utama titrasi argentometri untuk klorida adalah reaksi antara ion Ag+ dari larutan baku perak nitrat (AgNO3​) sebagai titran, dengan ion Cl− yang ada dalam sampel air sebagai analit, menghasilkan endapan perak klorida (AgCl) yang bersifat sangat sukar larut.

Ag+(aq)+Cl−(aq)→AgCl(s) (Endapan putih)

Titrasi dilakukan hingga semua ion Cl− dalam sampel habis bereaksi. Volume AgNO3​ yang digunakan dicatat dan kemudian digunakan untuk menghitung konsentrasi klorida dalam air.

Metode Mohr

Untuk penentuan klorida dalam air, metode argentometri yang paling sering digunakan adalah Metode Mohr. Metode ini menggunakan kalium kromat (K2​CrO4​) sebagai indikator.

Kondisi dan Reaksi Titik Akhir

  1. Suasana Netral atau Sedikit Basa (pH 7-10): Metode Mohr harus dilakukan dalam suasana netral atau sedikit basa. Jika terlalu asam, indikator kromat akan bereaksi membentuk Ag2​Cr2​O7​ yang tidak sesuai. Jika terlalu basa, ion Ag+ dapat bereaksi dengan OH− membentuk AgOH.
  2. Selama Titrasi: AgNO3​ bereaksi dengan Cl− membentuk endapan AgCl berwarna putih.
  3. Titik Akhir Titrasi (TAT): Ketika semua ion Cl− telah diendapkan, penambahan sedikit kelebihan ion Ag+ dari titran akan bereaksi dengan indikator kromat (CrO42−​) yang menghasilkan endapan perak kromat (Ag2​CrO4​) berwarna merah bata atau kuning kemerahan.

CrO42−​(aq)+2Ag+(aq)→Ag2​CrO4​(s) (Endapan merah bata)

Perubahan warna yang stabil dari suspensi putih (atau keruh) menjadi merah bata samar menunjukkan bahwa titik ekuivalen telah tercapai, dan titrasi dihentikan.

Perhitungan Kadar Klorida

Setelah volume AgNO3​ yang digunakan diketahui, kadar klorida (mg/L) dalam sampel air dihitung menggunakan rumus yang diturunkan dari stoikiometri reaksi, dengan memperhitungkan normalitas larutan standar dan berat ekuivalen klorida.

Penting: Titrasi argentometri metode Mohr memiliki kelebihan yaitu pelaksanaannya yang relatif mudah dan cepat, sehingga sering menjadi pilihan untuk analisis klorida dalam air.

Picture of Global Mineralium Corporindo

Global Mineralium Corporindo