Seperti yang kita tahu batu bara merupakan salah satu jenis batuan yang mudah terbakar, dimana lebih dari 50% – 70% isi kandungan di dalamnya adalah bahan organik yang merupakan bahan karbon. Bahan organik utamanya adalah tumbuhan, yang dapat berupa sisa-sisa kulit pohon, daun, akar, struktur kayu, spora, serbuk sari, getah, dan lain-lain.
Proses pembentukan batu bara terdiri dari dua tahap, yaitu tahap biokimia (peating) dan tahap geokimia (coalizing) (Smith et al., 2017).
Tahap Peatifikasi (Pembentukan Gambut)
Tahap peatifikasi adalah tahapan dimana sisa-sisa tumbuhan yang terakumulasi tersimpan dalam kondisi tereduksi di daerah rawa dengan sistem drainase yang buruk dan selalu tergenang hingga kedalaman 0.5 – 10 meter. Bahan tumbuhan yang membusuk melepaskan unsur H, N, O, and C dalam bentuk CO2, H2O, dan NH3 menyatu menjadi humus. Setelahnya, bakteri dan jamur anaerob akan mengubah menjadi gambut (peat) (Stach., 1982)
Tahap Koalifikasi (Pembentukan Batu Bara)
Tahap koalifikasi merupakan kombinasi dari biologis, kimia, dan fisika yang terjadi karena adanya pengaruh pembebanan (loading) dari sedimen atau endapan penutup, suhu, tekanan, dan waktu terhadap komponen organik gambut (Stach., 1982)
- Pada tahap ini, presentase karbon akan meningkat sedangkan presentase hidrogen dan oksigen akan menurun (Fischer., 1927)
- Proses ini akan menghasilkan batu bara dalam berbagai tingkat kematangan bahan organik (maturity), mulai dari lignit, sub-bituminus, bituminus, semi-antrasit, antrasit, hingga meta-antrasit (Novita at al., 2021)
Coal Characteristic
Batu bara dapat dibedakan menjadi 3 karakter, yaitu:
- Berdasarkan jenis batu bara (Type of Coal), artinya jenis batu bara dapat dilihat dari material pembentuknya. Contohnya, batu bara yang terbentuk di daerah perbukitan atau dataran tinggi memiliki kualitas yang berbeda dibandingkan dengan batu bara yang terbentuk di daerah dataran rendah atau rawa.
- Berdasarkan peringkat batu bata (Coal Rank), yang dimaksud dengan peringkat batu bara adalah tingkat proses pematangan atau derajat koalifikasi batu bara menggunakan proses geokimia, yaitu dari gambut ke lignit kemudian bituminus dan berakhir pada antrasit dan meta-antrasit. Pada setiap tahapan ini terjadi peningkatan nilai karbon (incrase of carbon value)dan penurunan kadar air (decrease of water content).
- Berdasarkan mutu batu bara (Coal Grade), yang dimaksud dengan mutu batu bara adlah perbedaan batu bara berdasarkan kandungan pengotor anorganik yang terperangkap dalam batuan batu bara, yang disebut mineral meter (mineral matter). Semakin tinggi kandungan mineral meternya, semakin rendah mutu (grade) dari batu bara tersebut.
Batu Bara Indoensia
Dari total cadangan batu bara yang ada di Indonesia, mayoritas merupakan batu bara kualitas rendah (low rank coal). Ini menjadi masalah dalam industri batu bara di Indonesia karena kurang ekonomis untuk dieksploitasi.
Hal tersebut disebabkan batu bara kualitas rendah hanya memiliki kandungan panas atau kalori sekitar 3.500 kCal/kg karena kandungan air bawaan (inherent moisture) yang masih tergolong tinggi hingga mencapai 23% – 30% w/w (weight by weight).

Berikut karakteristik batu bara kualitas rendah di Indonesia:
- Kandungan air tinggi (High water content)
- Kandungan oksigen tinggi (High oxygen content)
- Kandungan hidrogen tinggi (High hidrogen content)
- Banyak abu sisa pembakaran (Lots of combustion ash)
- Banyak zat terbang (Lots Volatile matter)
Daftar Referensi
Aswan, A., Effendy, S., Ridwan, K., & Oktarini, O. (2019). Rekayasa Peralatan Upgrading Batubara Peringkat Rendah Dalam Upaya Peningkatan Nilai Kalor Menggunakan Oli Sebagai Stabilisator Engineering Equipment of Upgrading Brown Coal To Increase Calorific Value Using Lube Oil As Stabilizer. Jurnal Kinetika, 10(02), 14–19.
Available at: https://jurnal.polsri.ac.id/index.php/kimia/index
Fitriawan, E. R., Nursanto, E., Syamsul, F., & Pertambangan, J. L. (2018). Pemanfaatan Batubara Dari Hasil Proses Upgrading Menjadi Coal Water Mixture (CWM) Dengan Teknologi Coal Drying Dan Tar Coating Di Puslitbang TekMira Bandung. 2018 (November), 38–43.
Available at: https://journal.itny.ac.id/index.php/ReTII/article/view/1003/pdf
Myson. (2023). Low Grade Coal Quality With Up Graded Brown Coal Technology. International Journal of Multidisciplinary Sciences and Arts.Volume 2, Number 2.
Available at: https://media.neliti.com/media/publications/591880-low-grade-coal-quality-with-up-graded-br-bf565592.pdf
Novita, S. A., Santosa, S., Nofialdi, N., Andasuryani, A., & Fudholi, A. (2021). Artikel Review: Parameter Operasional Pirolisis Biomassa. Agroteknika, 4(1), 53–67. Available at: Available at: https://doi.org/10.32530/agroteknika.v4i1.105