Peningkatan aktivitas industri dan domestik menyebabkan meningkatnya jumlah air limbah yang berpotensi mencemari lingkungan perairan. Air limbah dapat mengandung senyawa anorganik dan organik, termasuk nutrien nitrogen dan logam berat yang bersifat toksik terhadap organisme akuatik serta berpotensi terakumulasi dalam rantai makanan.
Parameter pH merupakan indikator utama kondisi kimia air yang mempengaruhi kelarutan logam dan aktivitas biologis. Amonia menjadi parameter penting karena keberadaannya berkaitan dengan dekomposisi bahan organik dan memiliki sifat toksik pada konsentrasi tertentu. Selain itu, logam berat dalam air limbah perlu dianalisis dalam dua fraksi utama, yaitu logam terlarut dan logam total. Logam terlarut mencerminkan fraksi yang tersedia secara biologis, sedangkan logam total menunjukkan keseluruhan beban pencemar termasuk logam yang terikat pada partikel tersuspensi.
Pengambilan dan pengawetan sampel air limbah dilakukan untuk menjaga kondisi fisik dan kimia sampel agar tetap merepresentasikan keadaan sebenarnya pada saat pengambilan, sehingga hasil pengujian di laboratorium akurat, valid, dan dapat dipertanggungjawabkan. Beberapa tujuan pengambilan dan pengawetan sampel air limbah sebagai berikut:
- Mempertahankan karakteristik asli sampel
Mencegah perubahan komposisi kimia akibat reaksi alami seperti oksidasi, reduksi, pengendapan, atau pelarutan kembali senyawa dalam air limbah. - Mencegah aktivitas biologis
Menghambat pertumbuhan mikroorganisme yang dapat mengubah konsentrasi parameter, misalnya mengubah amonia melalui proses nitrifikasi.
- Mencegah kehilangan atau penambahan analit
Menghindari penguapan senyawa tertentu, adsorpsi logam pada dinding wadah, maupun kontaminasi dari lingkungan luar. - Menjaga stabilitas parameter hingga waktu analisis
Beberapa parameter seperti pH dan amonia sangat mudah berubah sehingga diperlukan perlakuan khusus seperti pendinginan atau pengasaman.
- Menjamin keterwakilan (representatif) sampel
Sampel yang dianalisis di laboratorium harus mencerminkan kondisi air limbah sebenarnya di lokasi sampling.
- Memenuhi persyaratan standar metode dan akreditasi laboratorium
Prosedur pengambilan dan pengawetan sampel merupakan bagian penting dalam standar metode APHA, USEPA, serta sistem mutu laboratorium seperti ISO/IEC 17025.
Parameter pengujian air limbah setelah dilakukan pengambilan dan pengawetan contojh uji yang sesuai dengan standar metode yang digunakan kemudian dilakukan pengukuran meliputi:
- Analisis pH meter
Pengukuran pH meter dilakukan menggunakan metode elektrometri dengan elektroda gelas yang telah dikalibrasi menggunakan larutan buffer pH 4, 7, dan 10.
- Analisis Amonia
Kadar amonia dianalisis menggunakan metode fenat (phenate method). Amonia bereaksi dengan fenol dan hipoklorit membentuk senyawa indofenol berwarna biru yang diukur menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang sekitar 640 nm.
- Analisis logam terlarut
Sampel yang disaring menggunakan membran filter berpori 0,45 µm untuk memisahkan fraksi terlarut dari partikel tersuspensi. Filtrat kemudian diasamkan dan dianalisis menggunakan ICP-OES.
- Analisis logam total
Sampel tanpa filtrasi mengalami proses destruksi asam menggunakan HNO₃ melalui pemanasan pada hotplate hingga seluruh logam dalam fase partikel terlarut sempurna. Larutan hasil destruksi kemudian dianalisis menggunakan ICP-OES.
Pengujian air limbah merupakan bagian penting dalam pengendalian pencemaran lingkungan dan pemenuhan regulasi baku mutu limbah cair. Parameter kimia utama yang umum digunakan sebagai indikator kualitas air limbah meliputi pH, amonia, logam terlarut, dan logam total. Analisis pH dilakukan secara elektrometri menggunakan pH meter, amonia dianalisis menggunakan metode fenat secara spektrofotometri, sedangkan logam terlarut dan logam total dianalisis menggunakan teknik spektrometri plasma induksi (ICP-OES) setelah proses filtrasi atau destruksi asam. Hasil pengujian parameter-parameter tersebut memberikan gambaran komprehensif mengenai kondisi kimia air limbah, tingkat toksisitas potensial, serta beban pencemar logam. Penerapan metode standar memastikan akurasi, presisi, dan keterbandingan hasil analisis antar laboratorium.
REFERENSI
APHA, AWWA, WEF. 2017. Standard Methods for the Examination of Water and Wastewater, 23rd Edition. Washington DC.
ISO 5667-3. 2018. Water Quality — Sampling — Preservation and Handling of Water Samples.
Skoog, D.A., Holler, F.J., & Crouch, S.R. 2014. Principles of Instrumental Analysis. Cengage Learning.




