Risiko Pengujian Silika (SiO2) Pada Hasil Tambang

Saat Data Pengujian Silika (SiO2) Salah, Siapa yang Menanggung Rugi?
Skenario yang Sering Terjadi di Tambang
Gini ceritanya, ribuan ton bijih nikel dari tambang siap dikirim ke buyer di luar negeri. Harga disepakati berdasarkan kadar logam dari hasil uji laboratorium pengirim. Eh, begitu sampel diuji ulang laboratorium independen di sisi buyer, hasilnya BERBEDA SIGNIFIKAN kadar tercatat lebih rendah dari yang diklaim.
kedengarannya cuma selisih kecil ya? tapi selisih kadar 1-2% saja bisa berarti selisih nilai ratusan juta hingga miliar rupiah. Ini adalah risiko nyata yang dihadapi industri tambang setiap kali data laboratorium gabisa dipertanggungjawabkan.
“Salah Hitung” itu bukan akar masalah
Wajar kalau kita langsung curiga ke analisnya yang dianggap lalai, tapi sebenernya, masalahnya biasanya muncul dari 4 (empat) titik ini:
- Metode yang tidak terverifikasi atau tervalidasi
- Peralatan yang tidak terkalibrasi
- Tidak ada QC yang mendeteksi penyimpangan sebelum hasil keluar
- Tidak ada rekam jejak, jadi gaada yang bisa ditelusuri ulang
Laboratorium bisa aja punya analis kompeten dan alat mahal, tapi tanpa sistem yang mengikat semuanya, hasilnya tetap rentan meleset. Nah, ini yang dijawab oleh ISO/IEC 17025.
Jadi, ISO/IEC 17025 Itu Apa Sih?
Gampangnya, ISO/IEC 17025 adalah standar internasional yang mewajibkan laboratorium membangun sistem untuk metode pengujian yang terverifikasi/tervalidasi, penggunaan alat yang terkalibrasi, QC, dan ketertelusuran.
- Laboratorium harus membuktikan metode yang dipakai memang valid untuk jenis sampel dan rentang konsentrasi yang diuji.
- Seluruh alat harus dikalibrasi dengan jadwal yang ditentukan dan tertelusur ke standar acuan nasional/internasional.
- Kontrol kualitas (QC) seperti sampel duplikat atau Certified Reference Material (CRM) dilakukan, sehingga penyimpangan dapat terdeteksi.
- Dari penerimaan sampel hingga hasil akhir, terdokumentasi sehingga bisa ditelusuri ulang kapan pun dibutuhkan, misalnya saat customer atau auditor mempertanyakan suatu angka.
Di Indonesia, laboratorium yang menjalankan sistem ini akan diverifikasi independen oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) dan diberi nomor yang bisa dicek publik.
Nah, Kenapa Pengujian Silika (SiO2) Jadi Soalan Tersendiri? Terutama di Tambang
Pengujian SiO2 dengan metode Gravimetri murni mengandalkan selisih berat tanpa instrumen pembacaan elektronik yang bisa “mengoreksi” bias di belakangnya. Jadi, Setiap gram yang tertinggal di kertas saring, setiap miligram kelembapan yang belum sepenuhnya hilang saat pengeringan, langsung menjadi bagian dari angka akhir yang menentukan apakah hasil tambang dapat diterima atau ditolak oleh buyer.
Untuk parameter seperti SiO2 yang sering dijadikan syarat batas oleh smelter atau buyer, toleransi penyimpangan yang dianggap wajar itu sangat ketat beda banget dengan logam tertentu yang punya rentang toleransi lebih lebar. Selisih yang terlihat kecil oleh orang awam bisa berarti perbedaan antara “memenuhi spesifikasi” atau “harus ada diskon” atau bahkan “dibalikin lagi ke pengirim.”
Ada Tiga titik hal ini menentukan angka SiO2 dapat bergeser:
- Metode Gravimetri ini murni berbasis berat, timbangan analitik bukan sekadar alat pendukung, tapi instrumen utama. Jadi, Kalibrasi yang molor sedikit saja membuat seluruh hasil bias.
- Endapan yang belum benar-benar kering akan tertimbang lebih berat dari seharusnya, mendongkrak kadar SiO2 secara semu. jadinya, konsistensi suhu dan waktu pengeringan harus diperhatikan.
- Endapan yang sedikit lolos dari kertas saring tidak akan terlihat di hasil akhir, hanya muncul sebagai angka yang sedikit lebih rendah dari yang sebenarnya, tanpa tanda bahwa ada yang hilang. Keterampilan analis di metode ini itu udah kayak dokter yang menangani pasiennya.
Laboratorium tanpa kontrol kualitas yang ketat saat ada penyimpangan yang lolos tanpa terdeteksi bisa menjadi risiko besar bagi bisnis Anda. Sistem ISO 17025 ini dapat menghindari penyimpangan semacam ini dan bisnis Anda akan berjalan lancar.
Gimana Sih, Anda Sebagai Investor atau Customer Laboratorium Bisa melindungi Diri?
Tenang, Anda gaperlu menjadi ahli kimia untuk melindungi diri dari risiko data SiO2 yang ngga valid.
Begini Cara Mengetahui Laboratorium Yang Terpercaya:
- Mintain nomor LP laboratoriumnya dan verifikasi langsung di kan.or.id, jangan hanya percaya pada logo akreditasi KAN di laporan.
- Cek dulu ruang lingkup akreditasi laboratoriumnya, pastiin SiO2 dengan metode Gravimetri ada disana.
- Tanya aja praktik QC laboratoriumnya, karena laboratorium yang transparan akan dengan mudah menjelaskan bagaimana mereka menjalankan sampel duplikat, CRM, dan kalibrasi rutin.
PT Global Mineralium Corporindo (GMC) adalah laboratorium pengujian tambang terakreditasi KAN dengan nomor LP-1972-IDN. Seluruh ruang lingkup pengujian mineral ore GMC, termasuk parameter SiO2 dengan metode Gravimetri, dapat diverifikasi langsung di kan.or.id atau melalui Sertifikat KAN GMC.
REFERENSI
iso.org/standard/66912.html
kan.or.id
https://pubs.acs.org/doi/10.1021/ed081p1780
http://openchemistryhelp.blogspot.com/2016/10/fire-assay.html
https://actlabs.com/geochemistry-analysis/exploration-geochemistry/4-acid-near-total-digestion/
United States Environmental Protection Agency (EPA). Method 3050B: Acid Digestion of Sediments, Sludges, and Soils.



