Mengenal Metode Diagnostic leach pada Bijih Emas
Bijih emas refraktori adalah jenis bijih yang sulit diekstraksi karena emas di dalamnya tidak berada dalam kondisi bebas, melainkan terikat di dalam mineral pengotor seperti pirit, arsenopirit, oksida besi, dan karbonat.
Ada dua masalah utama yang ditimbulkan diantarnya :
- Pertama, larutan pelindi tidak dapat menyentuh permukaan emas secara langsung karena terhalang oleh mineral pengotor tersebut.
- Kedua, beberapa mineral pengotor justru bereaksi dengan reagen pelindi, sehingga konsumsi reagen meningkat dan recovery emas menurun.
Singkatnya, semakin kompleks mineral pengotornya, semakin tinggi tantangan dan biaya dalam proses ekstraksi emas.
Untuk mengetahui distribusi emas serta jenis mineral pengotor yang mendominasi bijih, dapat dilakukan karakterisasi menggunakan metode diagnostic leach. Metode ini dilakukan melalui tahapan pelindian secara bertahap untuk melarutkan mineral secara selektif berdasarkan jenis keterikatan emasnya. Melalui metode ini, keberadaan emas dapat diidentifikasi apakah berada sebagai emas bebas, terasosiasi dengan oksida, sulfida, karbonat, maupun masih terperangkap dalam residu akhir. Selain itu, diagnostic leach juga dapat memberikan informasi mengenai mineral pengotor utama yang berpengaruh terhadap konsumsi reagen dan rendahnya recovery emas sehingga metode ekstraksi yang digunakan dapat ditentukan secara lebih tepat dan efektif.
Secara umum, mekanisme diagnostic leach dilakukan dengan melindi sampel secara bertahap menggunakan reagen yang berbeda pada setiap tahapan. Tahap awal biasanya dilakukan menggunakan sianida untuk melarutkan emas bebas (free milling gold). Residu hasil pelindian kemudian diproses kembali menggunakan reagen tertentu seperti HCl untuk melarutkan mineral karbonat, oksidator untuk membuka mineral oksida dan sulfida, hingga pelarutan total menggunakan aqua regia pada tahap akhir. Kadar emas pada setiap larutan hasil pelindian kemudian dianalisis menggunakan instrumen seperti AAS, ICP-OES, atau fire assay untuk mengetahui distribusi emas pada masing-masing fraksi mineral. Secara lebih detail proses diagnostic leach dapat ditinjau pada gambar berikut ini.
PT Global Mineralium Corporindo (GMC) adalah laboratorium pengujian terakreditasi KAN dengan nomor LP-1972-IDN yang melayani pengujian mineral ore dengan metode 4 Asam, NiS Fire Assay, dan Gravimetri, menggunakan instrumen ICP-OES dan Spektrometer UV-VIS. Seluruh ruang lingkup pengujian telah tersertifikasi dan dapat diverifikasi di kan.or.id atau Sertifikat KAN GMC.
Hubungi kami untuk diskusi kebutuhan pengujian Mineral Ore anda

