Potensi Urban Mining dalam Recovery Emas dari E-Waste

Potensi Urban Mining dalam Recovery Emas dari E-Waste

Penggunaan emas di sektor teknologi terus meningkat seiring dengan tingginya konsumsi perangkat elektronik secara global. Emas digunakan dalam berbagai komponen elektronik mulai dari telepon genggam, komputer, laptop, CPU, RAM, motherboard, PCB, konektor, hingga perangkat telekomunikasi. Hal ini karena emas memiliki konduktivitas listrik yang tinggi, tahan terhadap korosi, dan stabil secara kimia.

Menurut World Gold Council, konsumsi emas di sektor elektronik mencapai sekitar 271 ton pada tahun 2024, atau setara dengan 6–8% dari total permintaan emas dunia.

Di sisi lain, meningkatnya penggunaan perangkat elektronik turut mendorong lonjakan limbah elektronik (e-waste) setiap tahunnya. Limbah ini masih mengandung logam berharga seperti emas, perak, tembaga, dan paladium dalam kadar yang relatif tinggi, sehingga berpotensi besar untuk diolah kembali sebagai sumber logam sekunder.

Potensi logam berharga pada e-waste merupakan alasan utama berkembangnya konsep urban mining sebagai alternatif pemenuhan kebutuhan logam berharga melalui pemanfaatan limbah elektronik. Urban mining merupakan proses pemulihan logam bernilai ekonomis dari produk bekas yang berasal dari aktivitas perkotaan. Berbeda dengan pertambangan konvensional yang mengekstraksi logam dari bijih alam, urban mining memanfaatkan limbah elektronik sebagai “cadangan tambang buatan” karena beberapa komponen elektronik diketahui memiliki kandungan emas lebih tinggi dibandingkan bijih emas primer.

Ekstraksi emas (Au) dari limbah elektronik (electronic waste/e-waste) umumnya dilakukan melalui beberapa tahapan utama yang meliputi preparasi, pelindian (leaching), dan recovery logam. Proses diawali dengan pemilahan komponen elektronik bernilai tinggi seperti PCB, CPU, RAM, dan konektor yang kemudian diperkecil ukurannya melalui crushing atau grinding untuk meningkatkan luas permukaan kontak. Setelah itu dilakukan pemisahan fisik guna mengurangi material non-logam sebelum memasuki tahap ekstraksi. Pada proses hidrometalurgi, emas dilarutkan menggunakan larutan pelindi seperti sianida, tiourea, aqua regia, ataupun amonium tiosulfat sehingga membentuk kompleks emas larut di dalam larutan. Larutan hasil pelindian selanjutnya diproses melalui adsorpsi karbon aktif, presipitasi, sementasi menggunakan Zn, maupun elektrowinning untuk memperoleh logam emas kembali dalam bentuk padatan. Secara detail mekanisme urban mining pada limbah e-waste dapa ditinjau pada gambar berikut ini.

Hubungi kami untuk diskusi kebutuhan pengujian Mineral Ore anda

Referensi:

  1. Murthy, V., & Ramakrishna, S. (2022). A Review on Global E-Waste Management: Urban Mining towards a Sustainable Future and Circular Economy. Sustainability, 14(2), 647. https://doi.org/10.3390/su14020647
  2. World Gold Council. (2024). Gold demand trends: Full year 2024 – Technology. Retrieved May 14, 2026, from World Gold Council.

 

 

Picture of Global Mineralium

Global Mineralium