Ergonomi di Laboratorium: Mengurangi Risiko Cedera Repetitif untuk Seluruh Staff

Oleh Supervisor K3 PT Global Mineralium Corporindo

Di balik berbagai kegiatan teknis dan ilmiah yang dilakukan di laboratorium pengujian mineral, terdapat satu aspek penting yang sering diabaikan: ergonomi kerja. Padahal, lingkungan kerja laboratorium yang tidak ergonomis dapat meningkatkan risiko cedera berulang (Repetitive Strain Injury/RSI), terutama pada analis yang bekerja dalam posisi statis atau melakukan gerakan yang sama secara berulang.

Apa Itu Cedera Repetitif?
Cedera Repetitif atau Repetitive Strain Injury (RSI) adalah gangguan otot dan sendi yang disebabkan oleh gerakan berulang, postur tubuh yang buruk, atau tekanan terus-menerus pada bagian tubuh tertentu. Gejalanya meliputi nyeri, kesemutan, kebas, dan penurunan kekuatan otot, terutama pada tangan, pergelangan tangan, bahu, dan leher.

PT Global Mineralium Corporindo, sebagai perusahaan yang berkomitmen terhadap keselamatan dan kesehatan kerja, menyadari pentingnya aspek ergonomi dalam mencegah risiko ini. Melalui penyediaan meja dan kursi laboratorium yang dirancang secara ergonomis, kami berupaya menciptakan lingkungan kerja yang mendukung kenyamanan dan kesehatan jangka panjang bagi para analis. Kursi kerja dapat diatur sesuai tinggi badan dan memberikan dukungan optimal bagi punggung, sementara meja kerja disesuaikan agar postur tubuh tetap netral saat bekerja.

Tak hanya itu, tata letak peralatan di laboratorium juga telah diatur agar meminimalkan gerakan membungkuk atau menjangkau berlebihan. Kami juga mendorong seluruh karyawan untuk melakukan istirahat mikro dan peregangan secara berkala, hal ini menjadi bagian dari upaya kami untuk mencegah cedera jangka panjang yang mungkin tidak langsung terlihat, namun sangat berdampak terhadap kesehatan kerja.

Adapun Tips Ergonomis untuk Staff Laboratorium

Agar risiko cedera dapat diminimalisir, berikut Adalah beberapa tips ergonomic yang dapat diterapkan:
1. Posisi duduk yanhg benar

  • Gunakan kursi laboratorium dengan dukungan punggung yang baik
  • Pastikan kaki menyentuh lantai atau gunakan footrest
  • Bahu relaks, lengan membentuk sudut 90° saat bekerja
  1. Atur Tinggi Meja Kerja
  • Meja sebaiknya setinggi tingkat siku saat berdiri atau duduk
  • Hindari meja terlalu rendah (membungkuk) atau terlalu tinggi (mengangkat bahu)
  1. Variasi Gerakan Istirahat Mikro
  • Ganti posisi setiap 30–60 menit
  • Lakukan peregangan ringan (stretching) tangan, leher, dan bahu
  • Hindari bekerja terus-menerus dalam posisi yang sama
  1. Susun Layout Meja Secara Ergonomis
  • Letakkan alat yang sering digunakan di area jangkauan utama
  • Hindari gerakan memuar tubuh berulang untuk mengambil peralatan

Sebagai Supervisor K3, saya percaya bahwa ergonomi bukan sekadar tentang kenyamanan, melainkan bagian integral dari manajemen risiko yang mendukung keberlangsungan operasional laboratorium. Melalui pendekatan ini, PT Global Mineralium Corporindo tidak hanya melindungi tenaga kerjanya dari potensi gangguan fisik, tetapi juga membangun budaya kerja yang lebih sehat, efisien, dan berkelanjutan.

“Kerja nyaman, hasil optimal – mari jadikan ergonomi bagian dari budaya kerja laboratorium kita.”

Picture of Global Mineralium Corporindo

Global Mineralium Corporindo